Jumat, 10 Mei 2013

Anggaran Modal (Capital Bugdeting)


Anggaran Modal (Capital Bugdeting)

Anggaran Modal (Capital Bugdeting)



 Pengertian
Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi
Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yg memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yg akan datang.
Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap
Penganggaran modal (capital budgeting) adalah keseluruhan proses mulai dari perencanaan sampai dengan pengambilan keputusan untuk pengeluaran sejumlah dana (investasi) dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi waktu 1 tahun.

Investasi dalam aktiva tetap adalah dana yang tertanam akan diterima kembali keseluruhannya oleh perusahaan dalam beberapa tahun secara berangsur – angsur melalui depresiasi.
Net cash flow (proceed) adalah selisih aliran kas keluar netto yang diperlukan untuk investasi baru dan aliran kas masuk netto sebagai hasil dari investasi baru.

Pentingnya penganggaran modal
1.     Keputusan penganggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
2.     Penganggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
3.     Pengeluaran modal sangatlah penting

Klasifikasi Proyek
1.      Replacement: perawatan bisnis
à mengganti peralatan yg rusak
2. Replacement: pengurangan biaya
à mengganti peralatan yg sudah ketinggalan jaman sehingga mengurangi biaya
3. Ekspansi produk atau pasar yg sudah ada
à pengeluaran – pengeluaran untuk meningkatkan output produk yang sudah ada atau menambah toko.
4. Ekspansi ke produk atau pasar yang baru
5. Proyek keamanan atau lingkungan
6. Penelitian dan pengembangan
7. Kontrak2 jangka panjang
à  kontrak untuk menyediakan produk atau jasa pada customer tertentu.
8. Lain-lain
à  bangunan kantor, tempat parkir, pesawat terbang, perusahaan.

v  TAHAP-TAHAP PENGANGGARAN MODAL
1.     Biaya proyek harus ditentukan
2.     Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir aktiva
3.     Resiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran kas)
4.     Dengan mengetahui resiko dari proyek, manajemen harus menentukan biaya modal (cost of capital) yg tepat untuk mendiskon aliran kas proyek
5.     Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva.
6.     Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya,

v  Manfaat Capital Budgeting
a.       Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka waktunya lebih dari satu tahun.
b.      Agar tidak terjadi over invesment atau under invesment
c.       Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar.
d.      Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.
 METODE KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL
1.     Payback periode
jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam, semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil/ dihadapi (Periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan bisa kembali)
o   Kebaikan : sangat mudah diterapkan
o   Kelemahan :
1.      tidak memperhatikan time of money value
2.      tidak memperhatikan cash in flow setelah masa payback sehingga tidak bisa digunakan sebagai alat ukur.
o   Rumus: Payback periode = jumlah investasi * 1 tahun
                                                Proceed
§    jika payback periode > umur ekonomis, investasi ditolak
§   jika payback periode < umur ekonomis, investasi diterima
2.     Net Present Value (NPV)
metode penilaian investasi yg menggunakan discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai waktu uang pada aliran kas yg terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima pada masa yang akan datang).
o   Rumus :
NPV                = PVNCF – PVNOL
 o   Lan                                langkah –langkah
a.       Tentukan discount rate yang digunakan berdasarkan biaya modal atau Required Rate Of Return.
b.      Menghitung present value dari net cash flow.
c.       Menghitung present value dar net outlay
d.      Menghitung present value dengan mengurangkan PVNCF dengan PVNOL.
e.       Kriteria = * jika NPV (+), investasi diterima
§  jika NPV (-), investasi ditolak.
o   Kebaikan :
1.   memperhitungkan time value of money
2.  memperhitungkan seluruh cash flow selama usia investasi
o   kelemahan :
1.      dalam membandingkan dua investasi yang sama modalnya, nilai tunai netto tidak dapat digunakan sebagai pedoman.
3.     Internal Rate of Return (IRR)
à tingkat pengembalian yang dihasilkan atas suatu investasi atau discount rate yang menunjukkan present value cash flow = present value outlay
IRR yang didapat dibandingkan dengan biaya modal yang ditanggung peruusahaan.
o   Rumus ;                                P2-P1
IRR     =P1-C────────
   C2 – C1
                                Dimana :
                                    P          = Discount rate
                                    C         = NPV
            * Jika IRR > P, investasi diterima
            * Jika IRR < P, Investasi ditolak.
4.     Profitability Index
à membagi nilai antara sekarang arus kas masuk yang akan datang diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar.
o   Rumus :
Profitability Index      =          PV. Proceed
                                                   PV.outlay
§  Jika PI > 1, investasi diterima
§  Jika PI < 1, Investasi ditolak.
5.  Accounting Rate of Return
à mendasarkan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku/ reported acc. Income. Metode ini menilai suatu dengan memperhatikan rasio antara rata – rata  dengan jumlah modal yang ditanam (initial invesment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata – rata modal yang ditanam.
o   Rumus :         Jumlah EAT * 100 % 
                                    Investasi 
§  Jika ARR > 100%, investasi di terima
§  Jika ARR < 100%, investasi ditolak.
o   Kebaikan : terletak pada kesederhanaannya yang mudah dimengerti karena menggunakan data akuntansi yang tersedia.
o   Kelemahan :
1.    tidak memperhatikan time of money value
2.    untuk proyek yang ada rata – rata laba bersihnya

kebijakan perbankan


Berikut ini adalah kebijakan dan praktek yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk ("BRI") untuk menunjukkan komitmen BRI di dalam menjaga dan memelihara privasi dan keamanan Anda pada saat Anda mengunjungi situs dan internet banking BRI.
  1. Kebijakan Privasi
BRI tidak menjual, menukar atau memperlihatkan segala informasi yang berkaitan dengan nasabah atau pengunjung situs dan internet banking BRI.

BRI tidak melacak pengunjung situs BRI.

Selama Anda login ke internet banking BRI, BRI akan menggunakan cookie yang akan berakhir pada saat Anda logout.

Semua transaksi perbankan Anda dan informasi rekening lainnya disimpan secara rahasia sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia serta kebijakan internal BRI.
  1. Pengamanan
    1. Sistem Pengamanan
BRI menggunakan 3 (tiga) lapis sistem pengamanan untuk melindungi akses dan transaksi Anda di internet banking BRI yaitu :
      1. Secure Socket Layer ("SSL")
SSL adalah teknologi pengamanan yang 'mengacak' jalur antar komputer sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak lain.
      1. User ID dan Password
      2. mToken BRI
mToken adalah teknologi pengamanan tambahan yang selalu menghasilkan password yang berbeda setiap kali digunakan.

Karena banyaknya variasi browser internet yang ada, sulit untuk menyediakan internet banking yang mengikuti keamanan masing-masing browser. Saat ini BRI hanya menyediakan sarana internet banking yang lebih cocok diakses dengan menggunakan Microsoft Internet Explorer versi 7 keatas, Mozilla Firefox versi 2.0.0 keatas atau Safari versi 4.0.3 keatas. BRI mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
    1. Proteksi Komunikasi Internet Banking BRI
      BRI menggunakan teknologi enkripsi Secure Socket Layer (SSL) 128 bit untuk memproteksi komunikasi antara komputer Anda dan server BRI selama Anda mengakses internet banking BRI.
      Untuk memastikan proteksi komunikasi selama Anda mengakses internet banking BRI, Anda dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
      1. Periksa sertifikat SSL secara teratur untuk memastikan bahwa Anda menerima sertifikat SSL yang sah yang telah terdaftar untuk ib.bri.co.id
      2. Apabila Anda menerima pesan yang menjelaskan bahwa sertifikat tidak sah, dimohon Anda tidak melanjutkan akses internet banking BRI.
      3. Pastikan bahwa Anda telah mengetik alamat yang benar yaitu https://ib.bri.co.id
      4. Pastikan bahwa pada browser Anda terdapat gambar gembok/kunci yang mengindikasikan bahwa halaman yang Anda akses saat ini dienkripsi dengan menggunakan SSL. Jika Anda tidak melihat gambar gembok/kunci, dimohon Anda untuk logout dan kemudian melakukan login kembali.
      5. Pastikan bahwa Anda telah logout saat meninggalkan komputer Anda meskipun hanya sesaat.
      6. Sebaiknya Anda tidak mengakses internet banking BRI di warnet atau di jaringan yang tidak pasti keamanannya.
    2. Proteksi Akses Internet Banking BRI
      BRI mewajibkan Anda untuk memasukkan User ID dan PASSWORD sebelum Anda dapat melakukan akses ke internet banking BRI.
      Anda diwajibkan untuk mengubah PASSWORD dan mengisi kolom e-mail pada saat anda melakukan log-in internet banking BRI untuk pertama kalinya.
      Untuk memastikan proteksi bagi Anda dalam melakukan akses ke internet banking BRI, mohon lakukan hal-hal sebagai berikut:
      1. Jagalah kerahasiaan User ID dan Password Anda, jangan diberitahukan kepada orang lain. Walaupun orang tersebut mengaku sebagai karyawan BRI. BRI tidak pernah menanyakan Password Anda.
      2. Gantilah Password Anda secara periodik di internet banking BRI pada menu Pelayanan Nasabah - Administrasi - Ubah Password atau jika Anda tidak yakin terhadap kerahasiaan Password Anda. Jangan menggunakan Password yang mudah diterka seperti: nama, alamat dan lain-lain. Jangan menuliskan Password Anda di tempat dimana orang lain dapat membacanya.
      3. Gunakan Password internet banking BRI yang berbeda dengan Password yang Anda gunakan untuk mengakses situs lain.
      4. Hubungi Call BRI 14017 / 500017 / 021-57987400 jika Anda lupa PASSWORD atau PASSWORD Anda terblokir. Ikuti instruksi agent kami bagaimana cara untuk mengaktifkan fasilitas internet banking Anda kembali.
    3. mToken dan Proteksi mToken BRI
      1. mToken ditujukan sebagai second layer security.
      2. mToken yang digunakan untuk internet banking BRI adalah soft token, dan menggunakan media handphone untuk setiap pengiriman kode mToken.
      3. Untuk registrasi finansial, nasabah wajib untuk mencantumkan nomor handphone, yang mana nomor tersebut akan digunakan untuk pengiriman mToken.
      4. BRI mewajibkan Anda menggunakan security mToken untuk menghasilkan kode mToken digunakan untuk mengotentikasi setiap transaksi finansial Anda dan sebagai tanda persetujuan Anda terhadap transaksi yang dilakukan.
      5. Anda harus memasukkan kode mToken yang dihasilkan oleh mToken BRI jika Anda melakukan transaksi finansial seperti : transfer dana, pembelian dan pembayaran dan transaksi non finansial seperti : aktivasi mToken.
      6. Transaksi yang dapat dilakukan tanpa menggunakan mToken BRI adalah : informasi saldo dan mutasi rekening.
      7. Permintaan kode mToken diwajibkan bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi finansial.
      8. Setiap satu kali pengiriman mToken, terdapat 5 kode mToken yang dapat digunakan untuk 5 kali transaksi (1 transaksi hanya valid untuk 1 transaksi), dan akan expired apabila sudah 12 jam.
      9. Untuk memastikan proteksi mToken BRI Anda, mohon lakukan hal-hal sebagai berikut :
        • Pastikan nomor handphone yang anda daftarkan sebagai mToken adalah benar (milik anda sendiri).
        • Hubungi Call BRI jika nomor handphone yang anda daftarkan sebagai mToken hilang atau rusak. Ikuti instruksi agent kami bagaimana mendapatkan mToken anda kembali.
    4. Alamat E-mail dan Proteksi Informasi Transaksi
      BRI mewajibkan Anda untuk memberikan alamat e-mail Anda, yang kemudian akan digunakan alamat e-mail Anda untuk mengirimkan informasi atas transaksi finansial yang telah Anda lakukan melalui internet banking BRI dan beberapa transaksi non finansial yaitu saat login pertama kali, perubahan alamat e-mail, dan lain-lain. Selain itu BRI juga menggunakan alamat e-mail Anda untuk kepentingan promosi, undangan
      gathering dan informasi-informasi lainnya.

      Untuk memastikan proteksi pengiriman informasi ke alamat e-mail Anda, mohon lakukan hal-hal sebagai berikut:
      1. Berikan kepada BRI alamat e-mail pribadi Anda. Jangan menggunakan alamat e-mail palsu.
      2. Ubahlah segera alamat e-mail Anda di internet banking BRI jika Anda mengganti alamat e-mail Anda.Jika Anda menghubungi BRI melalui e-mail, jangan mengirimkan informasi rekening Anda yang sifatnya rahasia atau sensitif, termasuk PASSWORD Anda.
    5. Situs BRI
      Di dalam situs BRI, BRI menyediakan URL link ke situs lain yang tidak dikontrol oleh BRI. BRI tidak bertanggung jawab atas isi dan keamanan dari situs tersebut. Jika Anda mengakses situs tersebut, silakan memeriksa kebijakan privasi dan pengamanan mereka.

      Dalam hal Anda mengakses situs atau internet banking BRI melalui URL link dari situs lain, pastikan kebenaran alamat yang Anda akses yaitu https://www.ib.bri.co.id

      BRI dapat mengubah kebijakan privasi dan informasi pengamanan ini setiap saat untuk tetap menyesuaikan dengan situasi dan teknologi terbaru. Anda selalu dapat meninjau informasi dan kebijakan privasi BRI yang terbaru di http://ib.bri.co.id/privacy.
Kiat-Kiat Menggunakan Internet Banking BRI Dengan Lebih Aman.

Pada dasarnya sistem maupun jaringan internet banking BRI telah menggunakan pengamanan yang seoptimal mungkin. Kondisi pengamanan internet banking BRI selalu dipantau dan ditingkatkan sejalan dengan perkembangan teknologi dan ancaman yang ada.

Ancaman juga dialami oleh semua pengguna internet termasuk internet banking BRI. Oleh karena itu kami dari pihak BRI meminta perhatian Anda sebagai pengguna internet banking BRI atas beberapa jenis ancaman yang mungkin Anda temui ketika mengakses internet. Kiat-kiat pengamanan yang dapat dilakukan sewaktu Anda menggunakan internet banking BRI, adalah sebagai berikut :
      1. Phising
        Phising adalah cara-cara penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan informasi-informasi rahasia seorang nasabah seperti User ID dan PASSWORD. Ada beberapa cara antara lain:
        • Berpura-pura sebagai seseorang dari pihak bank dan meminta data-data nasabah dengan alasan-alasan tertentu.
        • Mengirim email yang berisi login screen dan meminta nasabah melakukan login dengan memasukkan User ID dan PASSWORD.
        • Mengirim URL link ke situs yang dibuat semirip mungkin dengan situs resmi milik bank namun ternyata palsu.

Kiat-kiat pengamanan:
        • Perlu diketahui bahwa BRI tidak pernah mengirim email seperti yang dijelaskan diatas kepada nasabah. Apabila Anda menerima email semacam itu yang kelihatannya berasal dari BRI, Anda dapat langsung menghapus email tersebut.
        • Apabila Anda terlanjur mengisi informasi yang diminta atau merasa bahwa User ID dan PASSWORD Anda sudah tidak rahasia lagi, segera hubungi Call BRI. Pastikan situs yang Anda kunjungi adalah https://www.ib.bri.co.id dan pastikan juga bahwa gambar gembok/kunci pada browser Anda utuh ketika mengakses https://www.ib.bri.co.id
      1. Virus / Worm
        Virus Komputer adalah program-program komputer yang dibuat dengan tujuan-tujuan tertentu. Pada umumnya virus merusak sistem operasi, aplikasi dan data di komputer yang terinfeksi. Virus dapat menyebar melalui banyak media, antara lain : e-mail, disket, CD, USB drive, Flash memory, program dari internet, maupun jaringan, dan juga dari halaman situs yang 'jahat'.